Persiapan Kilat: Cara Instal Lingkungan Pengembangan React JS untuk Pemula (Part 2)
Rifqi An
Siap-siap, karena petualangan ngoding React kita makin seru! Kalau di Part 1 kita udah nyiapin "senjata" dasar kayak Node.js dan VS Code, sekarang saatnya kita bener-bener nyentuh kodingan React. Jangan kaget kalau tiba-tiba udah punya aplikasi React sendiri dalam hitungan menit. Penasaran gimana caranya? Yuk, gas!
Daftar Isi
- Reviu Singkat Part 1: Apa yang Sudah Kita Siapkan?
- Saatnya Berkenalan dengan Create React App (CRA)
- Menginstal CRA: Cepat dan Anti Ribet
- Menjelajahi Struktur Folder Proyek React Kita
- Menjalankan Aplikasi React Pertama Kita!
- Sedikit Modifikasi Biar Nggak Polosan Banget
- Troubleshooting Ringan: Ketika Ngoding Nggak Selalu Mulus
- Latihan: Studi Kasus Ngoding Kocak!
Persiapan Kilat: Cara Instal Lingkungan Pengembangan React JS untuk Pemula (Part 2)
Selamat datang kembali para calon master React! Setelah di artikel sebelumnya kita udah nyiapin pondasi yang kokoh, mulai dari instalasi Node.js (yang otomatis include npm) sampai VS Code sebagai editor andalan kita, sekarang kita akan masuk ke inti dari persiapan ini: membuat aplikasi React pertama kita. Dijamin gampang banget, nggak pake pusing mikirin konfigurasi awal. Ini adalah langkah krusial dalam belajar React!
Reviu Singkat Part 1: Apa yang Sudah Kita Siapkan?
Sebelum kita tancap gas, yuk kita reviu kilat apa aja yang udah kita bereskan di Part 1:
- Node.js & npm/Yarn: Ini wajib banget karena React (dan sebagian besar tooling JavaScript modern) butuh Node.js buat jalan. npm (Node Package Manager) atau Yarn adalah alat buat mengelola paket-paket JavaScript kita. Anggap aja ini gudang senjata kita.
- VS Code: Editor favorit sejuta umat. Dengan segala ekstensi dan fitur kerennya, VS Code bikin ngoding jadi lebih nyaman dan produktif. Udah kayak rumah kedua buat para programmer.
Udah siap semua? Mantap! Kalau belum, mending balik dulu ke Part 1 biar nggak bingung di tengah jalan dan bisa mengikuti tutorial React ini.
Saatnya Berkenalan dengan Create React App (CRA)
Oke, pernah kepikiran gimana sih cara bikin proyek React dari nol? Biasanya butuh konfigurasi yang lumayan ribet kayak Webpack, Babel, dsb. Tapi tenang, ada pahlawan tanpa tanda jasa bernama Create React App (CRA)!
CRA ini semacam alat bantu yang diciptakan sama tim Facebook (yang bikin React juga). Fungsinya? Bikin kita bisa langsung punya proyek React yang siap pakai dengan semua konfigurasi dasar yang udah diatur. Jadi, kita nggak perlu lagi pusing mikirin setup awal yang bikin kepala berasap. Tinggal fokus ngoding logika aplikasi kita aja. Asyik, kan? Ini adalah cara paling umum untuk instal lingkungan pengembangan React.
Anggap aja CRA ini kayak paket komplit Indomie rasa ayam bawang, tinggal seduh dan langsung bisa dinikmati. Nggak perlu repot nyari bumbu satu per satu.
Menginstal CRA: Cepat dan Anti Ribet
Sekarang, gimana cara pakai si CRA ini? Gampang banget! Kita cuma butuh satu perintah di terminal atau command prompt kamu. Pastikan kamu buka terminal di folder di mana kamu mau menyimpan proyek React kamu, ya (misal di folder Documents/Projects).
npx create-react-app nama-aplikasi-kamu
Ganti nama-aplikasi-kamu dengan nama proyek yang kamu inginkan. Ingat, nama proyek biasanya huruf kecil semua dan kalau ada spasi pakai tanda hubung (-) ya. Contoh: aplikasi-pertamaku atau my-awesome-app. Perintah ini akan instal React dengan cepat!
Penjelasan singkat:
npx: Ini adalah tool bawaan npm yang memungkinkan kita menjalankan paket npm sekali saja tanpa harus menginstalnya secara global. Praktis banget biar disk space nggak penuh sama paket yang jarang dipakai!create-react-app: Nama paket yang akan dijalankan.
Setelah kamu enter, tunggu beberapa menit (tergantung kecepatan internet kamu) sampai prosesnya selesai. CRA akan mengunduh semua dependensi yang dibutuhkan dan menyiapkan struktur proyeknya. Kalau sudah selesai, kamu akan melihat pesan "Happy hacking!" atau semacamnya. Pertanda misi sukses! Sekarang kamu siap untuk ngoding React.
Menjelajahi Struktur Folder Proyek React Kita
Oke, sekarang coba buka VS Code dan arahkan ke folder proyek baru yang barusan kamu buat (File > Open Folder). Kamu akan melihat struktur folder kurang lebih seperti ini:
my-awesome-app/
├── node_modules/
├── public/
│ ├── index.html
│ ├── logo192.png
│ ├── manifest.json
│ └── ...
├── src/
│ ├── App.css
│ ├── App.js
│ ├── App.test.js
│ ├── index.css
│ ├── index.js
│ ├── logo.svg
│ ├── reportWebVitals.js
│ └── setupTests.js
├── .gitignore
├── package.json
├── README.md
└── yarn.lock (atau package-lock.json)
Jangan panik lihat banyak folder dan file! Untuk saat ini, fokus kita ada di beberapa tempat penting:
public/index.html: Ini adalah satu-satunya file HTML di aplikasi React kita. React akan "menyuntikkan" semua komponennya ke dalam file ini. Ibaratnya, ini kanvas utama kita.src/: Nah, ini dia jantung aplikasi kita! Semua kodingan React yang akan kita buat (komponen, logika, CSS, dll.) akan ada di sini.src/index.js: File ini adalah "pintu masuk" aplikasi React kita. Di sini, React akan tahu komponen apa yang pertama kali harus dirender keindex.html.src/App.js: Ini adalah komponen React pertama yang akan kita lihat dan modifikasi. Anggap aja ini "halaman utama" aplikasi kita.package.json: File ini berisi informasi tentang proyek kita, termasuk daftar semua dependensi (paket) yang digunakan dan perintah-perintah skrip yang bisa kita jalankan.
Sisanya bisa kita abaikan dulu untuk sekarang. Yang penting, ingat src/ adalah tempat kita akan banyak menghabiskan waktu ngoding React.
Menjalankan Aplikasi React Pertama Kita!
Oke, proyek udah jadi, struktur folder udah kita intip. Sekarang saatnya melihat hasil jerih payah (eh, copas perintah sih!) kita. Gimana cara jalanin aplikasi ini?
Buka terminal baru di VS Code (Terminal > New Terminal) atau di command prompt/Git Bash biasa. Pastikan kamu berada di dalam direktori proyek React kamu. Caranya?
cd nama-aplikasi-kamu
Setelah itu, jalankan perintah ini:
npm start
Atau kalau kamu pakai Yarn:
yarn start
Taraaa! Setelah beberapa saat, otomatis browser kamu akan terbuka di alamat http://localhost:3000 dan menampilkan logo React yang berputar-putar. Selamat! Kamu baru saja menjalankan aplikasi React pertamamu! Ini momen yang patut dirayakan dengan segelas kopi panas (atau es teh manis). Jadi, proses instal lingkungan pengembangan React sudah berhasil!
Sedikit Modifikasi Biar Nggak Polosan Banget
Aplikasi React yang baru aja kita buat memang sudah jalan, tapi masih polosan banget. Gimana kalau kita coba sedikit modifikasi di file App.js biar nggak bosen?
Buka file src/App.js di VS Code. Kamu akan melihat kode kurang lebih seperti ini:
import logo from './logo.svg';
import './App.css';
function App() {
return (
<div className="App">
<header className="App-header">
<img src={logo} className="App-logo" alt="logo" />
<p>
Edit <code>src/App.js</code> and save to reload.
</p>
<a
className="App-link"
href="https://reactjs.org"
target="_blank"
rel="noopener noreferrer"
>
Learn React
</a>
</header>
</div>
);
}
export default App;
Yuk, kita ubah paragraf <p> dan link <a>-nya menjadi sesuatu yang lebih personal. Ganti bagian di dalam <header> sehingga terlihat seperti ini:
import logo from './logo.svg';
import './App.css';
function App() {
return (
<div className="App">
<header className="App-header">
<img src={logo} className="App-logo" alt="logo" />
<h1>Halo Dunia React! Aku Udah Siap Ngoding Nih!</h1>
<p>
Ini aplikasi pertamaku. Kalau ada bug, jangan kaget ya!
</p>
<a
className="App-link"
href="https://instagram.com/reactjsid"
target="_blank"
rel="noopener noreferrer"
>
Follow @reactjsid di Instagram
</a>
</header>
</div>
);
}
export default App;
Setelah kamu simpan file App.js (Ctrl+S atau Cmd+S), lihat kembali browser kamu. Kamu akan melihat perubahan yang langsung terjadi tanpa perlu me-refresh halaman! Ini namanya Hot Module Replacement (HMR), salah satu fitur keren di lingkungan pengembangan React yang bikin kita bisa ngoding React super cepat tanpa nunggu lama.
Keren, kan? Sekarang kamu bisa bilang ke teman-temanmu kalau kamu udah bisa bikin dan modifikasi aplikasi React JS!
Troubleshooting Ringan: Ketika Ngoding Nggak Selalu Mulus
Dalam dunia ngoding, pasti ada aja momen di mana kita ketemu error atau bug. Nggak usah panik!
- Port 3000 Sudah Dipakai: Kadang, kalau kamu punya aplikasi lain yang jalan di port yang sama (
localhost:3000), React akan nawarin buat pakai port lain (misal3001). Tinggal ketikY(Yes) aja di terminal. - Error di Terminal: Kalau ada error saat instalasi atau saat
npm start, selalu baca pesan error di terminal kamu. Biasanya, pesan error itu udah cukup jelas kasih tahu letak masalahnya. Copas pesan errornya ke Google atau Stack Overflow itu ibadah bagi programmer. - Syntax Error: Salah ketik, lupa tanda kurung kurawal, atau titik koma. VS Code biasanya kasih tahu garis merah di kodingan kamu. Jangan ragu buat cek lagi kodinganmu!
Intinya, jangan takut sama error. Itu adalah bagian dari proses belajar React. Anggap aja error itu semacam teka-teki yang harus kamu pecahkan. Kalau udah berhasil, rasanya kayak jadi superhero!
Selamat! Sekarang lingkungan pengembangan React kamu sudah siap tempur. Kamu sudah berhasil membuat, menjalankan, dan bahkan sedikit memodifikasi aplikasi React pertamamu. Di Part 3 nanti, kita akan mulai menyelam lebih dalam ke konsep-konsep inti React seperti komponen dan props. Siapkan kopi dan mental lembur!
Latihan: Studi Kasus Ngoding Kocak!
Oke, buat mengasah kemampuan copas dan modifikasi kamu (hehe), yuk kita coba skenario lucu ini:
Kamu adalah seorang junior frontend developer di startup "Kucing Menggabut Digital". Klienmu, Bapak Santoso, ingin aplikasi React pertamanya menampilkan ucapan "Selamat Datang di Aplikasi Jual Beli Ikan Cupang Terbaik Sedunia!" lengkap dengan logo ikan cupang. Tapi karena Bapak Santoso belum punya logo, kamu diminta untuk sementara menggunakan logo React yang sudah ada, tapi ukurannya dikecilkan 50% dan warnanya diubah jadi biru kehijauan biar mirip warna air akuarium. (Ini bagian dari tutorial React untuk pemula yang kocak!)
Tugas kamu:
- Buat proyek React baru dengan nama
ikan-cupang-app. - Jalankan aplikasinya dan pastikan tampil.
- Buka file
src/App.jsdan ubah teks yang ada menjadi<h1>Selamat Datang di Aplikasi Jual Beli Ikan Cupang Terbaik Sedunia!</h1>. - Cari bagian
App.cssdan ubah ukuran logo React menjadi setengahnya (misal,height: 20vmin;) dan ubah warna teks di header menjadi biru kehijauan (misal,color: #4CAF50;). Mainkan dengan CSS-nya biar seru! - Simpan perubahan dan pastikan aplikasi kamu terlihat sesuai permintaan Bapak Santoso yang agak nyeleneh itu.
Semangat ngoding! Kalau ada bug, anggap saja itu easter egg.
