Kuasai Variabel dan Tipe Data PHP: Fondasi Coding Anda! (Part 3)

Rifqi An Rifqi An
Februari 25, 2026


Halo para pejuang keyboard! Siap ngopi dan ngoding lagi? Kalau di part sebelumnya kita sudah nyicip gimana serunya dunia PHP, sekarang saatnya kita mengukuhkan fondasi! Anggap aja ini lagi bangun rumah, pondasinya harus kokoh biar nanti kalau ada gempa bug gede, program kita tetap berdiri tegak. Kali ini, kita akan bedah dua elemen paling krusial: Variabel dan Tipe Data. Jangan remehkan ya, ini basic tapi bisa bikin pusing tujuh keliling kalau nggak paham! Siap menyelami lautnya PHP?

Daftar Isi

Pengantar: Kenapa Variabel dan Tipe Data Itu Penting, Sih?

Bayangkan kamu lagi masak nih (walaupun mungkin cuma bisa masak mi instan, no judgement!). Nah, pasti kamu butuh wadah buat bumbu, sayuran, atau bahkan air, kan? Itu dia variabel! Dia itu ibarat wadah atau "kotak" di dalam program kita buat nyimpen data. Tanpa variabel, kita nggak bisa nyimpan nama user, skor game, atau daftar belanjaan. Semua data bakal lewat gitu aja kayak angin.

Terus, tipe data itu apa? Masih pakai analogi masak, setiap wadah kan ada jenisnya. Ada mangkok buat kuah, piring buat nasi, botol buat minyak. Nggak mungkin kan kamu nyimpen air di piring, atau nasi di botol? Bisa aja sih, tapi ya ribet dan nggak efektif. Sama kayak di PHP, setiap data punya "jenis" atau tipe datanya sendiri. Teks ya teks, angka ya angka. Ini penting banget biar program kita tahu gimana cara "memperlakukan" data tersebut.

Ingat Dulu Kita Belajar Apa? (Review Singkat)

Sebelumnya kita udah nyenggol sedikit soal gimana PHP itu bekerja di balik layar, terus gimana kita bisa ngirim teks ke browser pake echo. Nah, teks yang kita kirim itu kan data! Ke depannya, data itu bakal jauh lebih kompleks, dan di situlah peran variabel dan tipe data mulai unjuk gigi. Siap?

Variabel PHP: Si Kotak Penyimpanan Serbaguna

Variabel itu kayak loker pribadi kamu di sekolah atau kantor. Kamu bisa masukin apa aja ke dalamnya, terus ambil lagi kapan pun kamu butuh. Di PHP, variabel adalah tempat kita menyimpan nilai-nilai, bisa berupa angka, teks, bahkan struktur data yang lebih kompleks. Intinya, kalau ada data yang mau dipakai berkali-kali atau nilainya bisa berubah, simpan di variabel!

Cara Deklarasi dan Mengisi Variabel (Gampang Banget!)

Di PHP, bikin variabel itu gampang banget, nggak perlu pakai mantra atau ritual khusus. Cukup pakai tanda dolar ($) di depan nama variabelnya. Terus, buat ngasih nilainya (kita sebut assignment), tinggal pakai tanda sama dengan (=).


<?php
$namaDepan = "Budi"; // Variabel namaDepan diisi dengan string "Budi"
$umur = 30; // Variabel umur diisi dengan integer 30
$tinggiBadan = 175.5; // Variabel tinggiBadan diisi dengan float 175.5
$isMahasiswa = true; // Variabel isMahasiswa diisi dengan boolean true

echo "Nama saya: " . $namaDepan . "<br>";
echo "Umur saya: " . $umur . " tahun<br>";
echo "Tinggi badan: " . $tinggiBadan . " cm<br>";
echo "Apakah saya mahasiswa? " . ($isMahasiswa ? "Ya" : "Tidak") . "<br>";
?>

Gampang kan? Ingat, setiap baris kode di PHP selalu diakhiri dengan titik koma (;) biar komputernya nggak bingung. Kalo lupa, siap-siap error!

Aturan Main Nama Variabel: Jangan Sampai Kena Kartu Merah!

Walaupun PHP itu fleksibel, ada beberapa aturan yang wajib kamu patuhi saat ngasih nama variabel:

  • Harus dimulai dengan tanda dolar ($). Wajib!
  • Setelah $, bisa dimulai dengan huruf (a-z, A-Z) atau underscore (_). Nggak boleh angka ya!
  • Selanjutnya bisa pakai huruf, angka (0-9), atau underscore.
  • Nama variabel itu case-sensitive. Artinya, $nama itu beda sama $Nama atau $NAMA. PHP bener-bener perhatiin huruf besar kecilnya!
  • Jangan pakai spasi di nama variabel. Kalau mau ada dua kata, pakai camelCase ($namaLengkap) atau snake_case ($nama_lengkap).
  • Hindari nama yang udah dipakai PHP (reserved keywords). Tapi tenang, kalau nggak sengaja biasanya langsung dikasih tahu sama editor kodenya.

<?php
// Contoh nama variabel yang BAIK:
$namaMahasiswa = "Alice";
$_jumlahData = 100;
$harga_produk = 25000;

// Contoh nama variabel yang SALAH (akan error):
// $1data = "Ini salah"; // Dimulai dengan angka
// $nama lengkap = "Bob"; // Ada spasi
// $echo = "Ini juga salah"; // 'echo' adalah reserved keyword
?>

Penting banget nih milih nama variabel yang jelas dan deskriptif. Jangan cuma $x atau $y aja, nanti pas lagi lembur dan ngantuk, kamu sendiri yang bingung itu variabel buat apa!

Tipe Data PHP: Tahu Barang, Tahu Cara Nyimpan!

Seperti yang udah dibilang, setiap data punya jenisnya. PHP itu unik karena dia termasuk bahasa dengan dynamic typing. Artinya, kamu nggak perlu secara eksplisit ngasih tahu tipe data saat deklarasi variabel. PHP akan "menebak" sendiri tipe datanya berdasarkan nilai yang kamu berikan. Enak sih, tapi kadang bisa jadi bumerang juga kalau nggak hati-hati!

Yuk, kita kenalan sama tipe data dasar yang sering banget nongol:

Integer (Bilangan Bulat): Si Paling Basic

Ini buat nyimpen angka bulat, baik positif maupun negatif. Contohnya umur, jumlah barang, atau skor game. Pokoknya nggak ada koma-komaan deh!


<?php
$jumlahPengguna = 1000;
$tahunLahir = 1995;
$suhuDiKutub = -40; // Brrr... dingin!

echo "Jumlah pengguna: " . $jumlahPengguna . "<br>";
var_dump($jumlahPengguna); // Fungsi var_dump() buat ngecek tipe data dan nilainya
?>

Float (Bilangan Desimal): Buat Hitung Kembalian Kopi

Kalau kamu butuh angka yang ada komanya (pecahan), nah ini dia jagoannya: Float (sering juga disebut Double). Cocok buat harga barang, tinggi badan, atau hasil perhitungan yang presisi.


<?php
$hargaKopi = 27500.50;
$beratProduk = 1.25; // dalam kg
$phi = 3.14159;

echo "Harga kopi susu: Rp " . $hargaKopi . "<br>";
var_dump($hargaKopi);
?>

String (Teks): Ngobrol Sama Komputer Pake Huruf

Ini pasti udah sering kamu pakai! String adalah tipe data untuk teks. Bisa nama, alamat, deskripsi, atau bahkan seluruh artikel blog ini. String ditulis di antara tanda kutip tunggal (' ') atau ganda (" "). Perbedaannya? Kutip ganda bisa mengenali variabel di dalamnya (variable interpolation) dan escape characters.


<?php
$nama = "Sinta";
$pesan = 'Halo, apa kabar?';
$salam = "Selamat datang, $nama!"; // Variabel $nama akan langsung diinterpretasikan

echo $pesan . "<br>"; // Operator . (titik) untuk menggabungkan string
echo $salam . "<br>";
var_dump($salam);

$pathFile = "C:\\xampp\\htdocs\\index.php"; // Perhatikan double backslash untuk escape backslash
echo $pathFile;
?>

Boolean (True/False): Si Penentu Nasib Program

Tipe data ini cuma punya dua nilai: true (benar) atau false (salah). Sangat berguna buat logika keputusan di program. Misalnya, "Apakah user sudah login?", "Apakah data valid?".


<?php
$isLogin = true;
$isAdmin = false;

if ($isLogin) {
    echo "Selamat datang, pengguna!<br>";
} else {
    echo "Silakan login terlebih dahulu.<br>";
}
var_dump($isLogin);
?>

Array (Kumpulan Data): Kolektor Sejati

Array itu seperti laci di lemari, bisa nyimpen banyak barang sekaligus, bahkan dengan jenis yang berbeda-beda. Di PHP, array bisa nyimpen banyak nilai dalam satu variabel. Ini powerful banget buat nyimpen daftar item, user, atau data dari database.


<?php
// Array indeks numerik
$buah = array("Apel", "Jeruk", "Mangga");
echo "Buah favorit saya: " . $buah[0] . "<br>"; // Indeks dimulai dari 0

// Array asosiatif (mirip kamus, pakai kunci/key)
$dataUser = [
    "nama" => "Doni",
    "email" => "doni@example.com",
    "umur" => 28
];
echo "Nama user: " . $dataUser["nama"] . "<br>";
echo "Email user: " . $dataUser["email"] . "<br>";

var_dump($buah);
var_dump($dataUser);
?>

Wah, array ini topiknya bisa satu artikel sendiri lho! Untuk sekarang, pahami dulu konsep dasarnya ya.

Null (Kosong Melompong): Saat Variabel Belum Ada Isinya

Kalau sebuah variabel belum diisi nilai apa-apa atau sengaja kamu kosongkan, PHP akan menganggapnya sebagai NULL. Ini beda sama string kosong ("") atau angka nol (0). NULL artinya bener-bener nggak ada nilai, kayak dompet di akhir bulan.


<?php
$variabelKosong; // Belum diinisialisasi
var_dump($variabelKosong); // Akan output NULL

$namaTamu = "Andi";
$namaTamu = null; // Sengaja dikosongkan
var_dump($namaTamu);
?>

Peran Tipe Data dalam PHP: Fleksibel Tapi Hati-hati!

PHP itu santai soal tipe data, dia otomatis bisa mengubah tipe data dari satu jenis ke jenis lain kalau dirasa perlu (ini disebut type juggling). Misalnya, kamu punya angka dalam bentuk string terus kamu jumlahkan dengan angka. PHP akan mencoba mengonversi string itu jadi angka.


<?php
$angkaString = "10";
$angkaInteger = 5;

$hasil = $angkaString + $angkaInteger; // PHP akan mengonversi "10" menjadi angka 10
echo "Hasil penjumlahan: " . $hasil . "<br>"; // Output: 15
var_dump($hasil); // Output: int(15)

$nama = "John";
$umur = 25;
$gabungan = $nama . $umur; // Otomatis $umur jadi string
echo "Gabungan: " . $gabungan . "<br>"; // Output: John25
var_dump($gabungan); // Output: string(6) "John25"
?>

Fleksibel sih, tapi kadang ini bisa jadi sumber bug yang susah dilacak kalau kita nggak sadar. Jadi, hati-hati dan pastikan kamu tahu tipe data apa yang sedang kamu tangani!

Tips Pro biar Ngoding Makin Jos!

  • Gunakan Nama Variabel yang Deskriptif: Hindari $a, $b. Pakai $totalHarga, $namaPelanggan. Ini bakal bikin kode kamu lebih mudah dibaca, apalagi kalau lagi copas kode lama yang udah kamu lupa fungsinya.
  • Komentar Itu Penting: Walaupun PHP "nebak" tipe data, kadang ada baiknya kamu kasih komentar kalau ada variabel dengan nilai yang punya makna khusus. Misal, $status = 1; // 1 = aktif, 0 = tidak aktif.
  • Jangan Malu Pakai var_dump() atau print_r(): Kedua fungsi ini sangat membantu untuk "mengintip" isi dan tipe data variabel. Jaga-jaga kalau ada bug yang nggak jelas asalnya, mungkin variabel kamu tipenya beda dari yang kamu bayangkan!
  • Hati-hati dengan Type Juggling: Walaupun PHP otomatis konversi, kalau bisa, pastikan data yang kamu operasikan itu memang sudah sesuai tipenya. Pakai fungsi seperti (int), (string), atau (bool) untuk melakukan type casting secara eksplisit.

Latihan (Exercise): Misi Penyelamatan Kode Cinta!

Seorang programmer bernama Jono sedang mengerjakan aplikasi kencan online. Dia ngopi sampai lupa diri dan ternyata dia ngodingnya ngawur banget. Kamu harus bantu Jono membetulkan kodenya biar aplikasi kencan onlinenya bisa jalan dan Jono nggak di-PHK!


<?php

// Data profil Jono (yang ngawur)
$nama = "Jono";
$umur dia = "25 tahun"; // Ini gimana sih?!
$tinggi="170.5";
$cariJodoh = benar; // "benar" itu apa ya?
$hobi = array["ngoding", "nge-game", "ngopi"]; // Array-nya kok aneh?
$status = kosong; // Hmm...

// Pesan perkenalan Jono
echo "Halo, nama saya " $nama . "!<br>"; // Operatornya mana nih?
echo "Umur saya " . $umur dia . ".<br>";
echo "Tinggi badan saya " . $tinggi . " cm.<br>";

if ($cariJodoh == true) { // Ini kok selalu true padahal dia mungkin nggak mau?
    echo "Saya sedang mencari jodoh!<br>";
} else {
    echo "Saya sedang fokus karir.<br>";
}

echo "Hobi saya adalah " . $hobi[2] . " dan " . $hobi[0] . ".<br>"; // Ngawur nih indeksnya

// Coba tampilkan status (ini harusnya NULL)
echo "Status Jono: " . $status . "<br>";

?>

Tugas kamu:

  1. Perbaiki semua kesalahan penulisan variabel (nama, tanda dolar, titik koma).
  2. Pastikan semua tipe data sesuai dan konsisten (misalnya, boolean harus true atau false).
  3. Perbaiki cara akses array $hobi agar menampilkan "Hobi saya adalah ngoding dan nge-game."
  4. Pastikan variabel $status memang diatur ke NULL dan tampilkan.
  5. Buat outputnya jadi rapi dan benar.

Semangat! Kalau berhasil, Jono bisa fokus nyari jodohnya, kamu pun jadi makin jago PHP!

Mantap! Sekarang kamu sudah punya pemahaman yang kokoh tentang Variabel dan Tipe Data di PHP. Ini adalah fondasi vital yang akan sering banget kamu pakai. Di part berikutnya, kita akan mulai masuk ke hal yang lebih seru lagi: Operator dan Struktur Kontrol! Siap-siap bikin program kamu makin interaktif. Jangan lupa istirahat dan ngopi ya, biar nggak burnout kayak Jono tadi!

Bagikan Artikel Ini